oleh

Seminar “Stop Kekerasan Pada Perempuan & Anak Perempuan Diikuti SPRT Se Tangsel”

 

Tangerang, Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan perempuan sesuai dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan Permen Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2017 tentang keanggotaan Forum Komunikasi Nasional Partisipasi Masyarakat untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai mitra strategis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menuntaskanThree Ends pada tahun 2019.

Three Ends yang terdiri dari End Violence Against Women and Children (akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak), End Human Trafficking (akhiri perdagangan manusia) dan End Barriers To Economic Justice (akhiri kesenjangan ekonomi). Dalam menuntaskan program tersebut perlu melakukan dengan memberikan informasi terkait hak perempuan dan anak yang menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam program ini, pemerintah juga memastikan berfungsinya kelembagaan di berbagai tingkat untuk memastikan pemenuhan hak perempuan dan anak. Selain itu, melalui program ini, perlu adanya dukungan semua pihak untuk bersinergi secara berkesinambungan.

Three Ends berisi kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, perdagangan dan penguatan ekonomi keluarga. Upaya ini perlu dilakukan oleh semua pihak untuk bersinergis dengan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan apabila ada kasus kekerasan, yang dalam hal ini banyak dialami oleh perempuan.

FORKOMNAS bidang perlindungan Perempuan melaksanakan Seminar perlindungan perempuan dari tindak kekerasan di Kelurahan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan pada Sabtu (08/12/18). Untuk itu sinergis dari berbagai pihak perlu dilakukan, baik dari FORKOMNAS, RW, RT, Tokoh masyarakat dan organisasi/Lembaga masyarakat.

Acara seminar tersebut dihadiri sejumlah masayarakat sekitar Kelurahan Pondok Cabe Ilir dan juga beberapa nara sumber diantaranya Rina Satdewi (Moderator), Audra Jovani (Dosen UKI), Siti Khadijah (Dosen UIN Syarif Hidayatullah) dan Aida Milasari (Rumpun Gema Perempuan).

Baca Juga :   Alumni HMI, Dukung Politisi Muda Karman Duduk di Legislatif!

Audra Jovani mengatakan, “Pelecehan terhadap perempuan sering terjadi setiap hari tak terkecuali pada anak perempuan kita. Banyak perilaku yang sering kita temui pada kehidupan sehari-hari yang mengalami pada perempuan dan anak perempuan”.

Jadi kita sebagai orang tua harus lebih intens mengawasi anak-anak terutama perempuan. Sehingga perlakuan tindak kekerasan maupun pelecehan seksual dapat kita minimalisir sedini mungkin, lanjutnya.

Aida Milasari menambahkan, seharusnya tdk ada lagi diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dunia harus menciptakan lingkungan yg aman bagi semua kaum perempuan.

Red.

Komentar

News Feed