oleh

New Castle Massage Griya Pijat Berada Dizona R4

 

 

New Massage tempat pelayanan jasa kesehatan yang berada di jalan Tanjung Duren Barat VI no 7b Rt 11 Rw 07 Kelurahan Tanjung Duren Utara Kecamatan Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat hanya kantongi Ijin usaha TDUP dari OSS RI ( ijin online) dan diduga belum Mengantongi ijin usaha dari Dinas Terkait karena berada di zona R4 kuning hanya perumahan bukan usaha panti pijat plus”.

Pasalnya, usaha yang baru beroperasi sebulan tersebut berada di Zona R4 hanya untuk perumahan yang cukup padat penduduknya dan menjadi sorotan masyarakat tentang kinerja aparatur pemerintahan jika berani memberikan dan mengeluarkan ijin griya pijat di wilayah tersebut.
Meski pemilik mengatakan telah mengantongi ijin dari lingkungan seperti RT/RW, Kelurahan dan Kecamatan Gropet, tapi pihaknya tidak bisa mengeluarkan surat ijin tersebut.

pantauan beberapa media, pemilik yang berinisial (AN) terkesan membentur Perda no 1 tahun 2014 tentang rencana detail tata ruang dan zonasi serta Pergub No. 18 Tahun 2018 tetang penyelengaraan pariwisata, dan mengabaikan dampak lingkungan tetap membuka usaha pijat yang disinyalir ‘pijat esek-esek’.
” yaaa dinas pariwisata baru tahap pengawasan. “Ucap Lurah melalui WhatsApp nya ke wartawan
Hal ini cukup menarik untuk disikapi, bahwasanya salah satu syarat mengurus surat ijin panti pijat di lengkapi dengan surat keterangan tidak keberatan dari lingkungan sekitar yang diketahui oleh RT/RW, Lurah dan Camat setempat, serta surat keterangan domisili perusahaan dari Lurah dengan diketahui oleh Camat dan juga surat izin dari dinas pariwisata jakarta barat.

Achmad Sajidin camat gropet dan iskandar lurah tanjung duren utara yang di konfirmasi oleh awak media menjelaskan bahwa wilayah tanjung duren barat VI berada di zona kuning R4, peruntukannya hanya untuk dan tidak bisa untuk buka usaha griya pijat.

Baca Juga :   Action Alumni SMAN 47 Dalam Mendukung Jokowi Dengan Menggelar Senam Bersama Dan Grebeg Pasar.

Camat gropet sudah melayangkan surat teguran untuk pemilik griya pijat tersebut tapi terkesan di abaikan oleh pemilik dengan tetap membuka usahanya sampai saat ini.
Masyarakat sekitar yang di temui di lokasi sangat mengharapkan adanya sikap tegas dari aparat, Dinas terkait dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menindak lanjuti temuan pelanggaran ini dan menutup usaha Panti Pijat yang sudah Jelas melanggar Perda dan Pergub.

(Fathar).

Related posts

Komentar

News Feed