oleh

Satgas Yonif PR 328 Kostrad Amankan 19,5 Kg Gaharu Ilegal

 

(Penkostrad. Selasa, 11 Juni 2019). Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan ( ) PR 328 mengamankan seorang PNG yang membawa kayu Gaharu tanpa dilengkapi dokumen. Papua. Minggu (09/06).

Kayu Gaharu merupakan salah satu jenis kayu yang memiliki nilai jual yang mahal, sehingga perdagangan kayu Gaharu banyak dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan yang banyak tanpa melalui aturan hukum yang berlaku.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa karena komoditi jenis kayu Gaharu memiliki nilai jual yang tinggi sehingga kerap dimanfaatkan untuk dijual di Indonesia.

“Saat itu kami, Serka Dede sedang melaksanakan sweeping bagi pelintas batas dari arah PNG, saat seorang warga PNG a.n. Bapak Gerald Baria (40) kami pemeriksaan barang yang dibawanya dan ditemukan 19,5 Kg kayu jenis gaharu ,” kata Mayor Inf Erwin.

“Saat kami interogasi lebih , Bapak Gerald mengaku tidak mempunyai surat-surat atau dokumen resmi yang sah, dan menurut keterangannya kayu tersebut hendak dijual ke Indonesia untuk mendapatkan uang,” jelasnya.

Ditambahkan Mayor Inf Erwin, kayu Gaharu sendiri memiliki nilai jual mahal karena banyak kegunaannya, salah satunya sebagai bahan dasar dari parfum, jenis kayu ini sudah menjadi komoditas perdagangan dari berbagai dunia, keterbatasan jumlah kayu Gaharu di alam serta tingginya permintaan dan minat terhadap jenis kayu ini membuat harga kayu ini sebagai salah satu komoditas mahal, untuk per kilo bisa mencapai harga Rp. 950.000,” tambahnya.

“Saat ini barang bukti kayu jenis Gaharu tersebut sudah kami serahkan kepada pihak Balai Karantina Pertanian, Skouw,” pungkasnya.

Baca Juga :   PASTIKAN TEPAT SASARAN, SATGAS 323 KOSTRAD AWASI DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI KEPADA KELOMPOK TANI BOVENDIGOEL

Related posts

Komentar

News Feed