oleh

Strategi Pertempuran Laut Dalam Latihan Armada Jaya XXXVII Tahun 2019

 

Surabaya, 7 Juli 2019,– Komando Tugas Laut Jaya XXXVII 2019 terus melaksankan uji taktik dan pencapaian tugas untuk menghadapi ancaman. Ancaman demi ancaman harus menjadi pertimbangan yang matang sebelum Komando Tugas Laut (KOGASLAGAB) diproyeksikan untuk menghadapi ancaman yang sesungguhnya di medan pertempuran, sehingga semua unsur KOGASLAGAB harus mengetahui segala macam dan dinamika perkembangan ancaman yang dihadapi. Prediksi ancaman yang dituangkan dalam skenario yang dinamis dan terus berkembang seiring meningkatnya eskalasi harus terus diikuti kesiapan pengembangan taktik dan strategi operasi tempur laut. Pemimpin pemegang komando operasi harus memiliki gambaran yang matang dalam menentukan keputusan strategi untuk menyelenggarakan operasi. pertimbangan tersebut, Panglima KOGASLAGAB yang dijabat oleh Pangkoarmada I Laksmana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menginstruksikan untuk menguji taktik dan strategi kepada seluruh komandan kapal perang, heli dan pesawat intai maritim yang berada dibawah kendalinya, pada Tactical Floor Game (TFG) KOGASLAGAB, Minggu (7/7).

TFG yang dipimpin oleh Komandan Satuan Tugas Laut Kogaslagab (Dansatgasla Kogaslagab) Armada Jaya XXXVII Tahun 2019 yang dijabat oleh Komandan Satkor Koarmada I Kolonel Laut (P) M. Riza diikuti oleh unsur KRI Kogaslagab yaitu KRI John Lie 358, KRI Usman Harun 359, KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355, KRI Yos Sudarso 353, KRI Nala 363, KRI Fatahillah 361, KRI Sultan Iskandar Muda 367, Heli Anti Kapal Selam dan Pesawat Intai Maritim di Tactical Floor Game bertempat di Gedung Sulawesi Kodiklatal.

Dalam skenario Kogaslagab akan dihadapkan kompleksitas ancaman, sehingga dituntut mampu unggul dalam menghadapi ancaman ranjau laut, serangan udara musuh, ancaman kapal selam, pertempuran kapal permukaan serta multiple treats. Ancaman akan semakin komplek saat KOGASLAGAB mendekati Center of Gravity (COG) musuh. Pangkogaslagab menguji kemampuan taktik dan strategi satuan tugasnya pada TFG dengan simulasi pertempuran laut. Pada kesempatan TFG ini, direncanakan pelaksanaan kompetisi arteleri dengan sasaran atas air yaitu menggunakan balon sasaran tembak meriam (killer tomato).

Baca Juga :   Bila Special Response Team (SRT) Bakamla Unjuk Gigi dalam VBSS

Dalam menghadapi kontijensi di lapangan, pada TFG Kogaslagab disiapkan langkah seacra rinci dalam menghadapi kondisi darurat, diantaranya penanganan dan penanggulangan segala kemungkinan kondisi kedaruratan di medan pertempuran, yaitu penanggulangan kebakaran karena tembakan musuh dan kebocoran kapal, pelaksanaan evakuasi medis menggunakan heli dari daerah pertempuran menuju Rumah Sakit Laut.

Related posts

Komentar

News Feed