oleh

Diskusi Publik “Partai Golkar Mencari Nakhoda Baru”

 

Jakarta – Andalas.news, 12 November 2019 Bertempat di hotel Sultan Jakarta publk ini diadakan awal sambutannya Bambang Soesarltyo atau lebih dikenal dengan Bamsoet menyampaikan bahwa belum mengatakan akan mencalonkan sebagai ketum , ada juga Airlangga Hartarto dan yang lainnya.

Partai Politik lahir untuk membangun negara, oleh karena itu partai politik selalu bicara yang besar bukan hal-hal yang kecil.
Melihat perolehan partai dalam pemilu yang lalu kecil, maka Golkar kedepannya harus membenanahi diri, Golkar tetap menjaga Pancasila dan UUD-45 .
Kita tahu waktu Pemilu yang lalu suara Golkar tidak terlalu signifikan padahal kita pernah partai yang besar.

Sekarang milenial mencapai 90 juta ini adalah pemilih yang signifikan ,kita harus berusaha merangkul mereka. Dalam pemikiran kaum milenial sekarang pasti mereka berpikiran bahwa Partai Golkar adalah “Partai emak gua.”

Kita harus merobah pandangan ini kita harus merubah pandangan ini, bahwa Golkar adalah partai yang sejalan dengan pikiran kaum milenial sekarang. Sesuai dengan perilaku dan budaya milenial, partai Golkar harus merubah dari dalam, harus konsolidasi dari dalam, pemimpin itu harus jadi motivator bukan menjadi diktator kita harus merubah pola-pola seperti itu untuk merangkul semua lapisan masyarakat terutama generasi milenial.

Pengamat Politik Siti Zuhro dari Lipi berujar dalam zaman Orde Baru ,Golkar adalah juaranya “seng ada lawan” diantara dua rivalnya, PPP dan PDI. Kini Golkar sering dilanda kepentingan.

Sebagai “partai tua” Golkar harus bisa merangkul rakyat ,sekarang sistem demokrasi.
Sekarang calon ketum ada 5 apa 7 untuk berkompetisi ,adalah kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi sehingga bisa dilihat dan didengar oleh rakyat.
Jargon Golkar ” Suara Golkar adalah Suara Rakyat” perlu dibuktikan ,karena sekarang rakyat sudah cerdas.

Baca Juga :   Saat Ini Golkar Dalam Pertarungan Generasi Millennial Versus Generasi Kolonial

Partai Golkar harus menjadi partai bersih dan solid untuk memilih pemimpin yang piawai dan formula baru sehingga kadernya laku di Pemilu mendatang.(har)

Related posts

Komentar

News Feed