oleh

Upaya dan Strategi Peningkatan SDM

Jakarta 23 November 2019. Pemerintah Jokowi-JK tengah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyambut bonus demografi pada 2030. Tingginya populasi produktif tersebut dapat memberikan efek positif terhadap daya saing bangsa.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Perekonomian, Rizal Affandi Lukman, menyebut bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu yang akan masuk ke dalam perjanjian antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA). Hal ini sejalan dengan upaya Presiden Jokowi untuk menjadi kan SDM Indonesia berdaya saing.

“Iya itu tentu komponen yang sangat penting bagi perundingan Indonesia termasuk juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas (SDM),” ujarnya

Baca Juga :   Bakamla RI Siap Sambut Kapal Jepang

Kementerian Perindustrian juga mempertajam strategi peningkatan sumber daya manusia (SDM) bidang industri untuk menjawab tantangan era revolusi industri 4.0, yang membutuhkan SDM berkompeten, sekaligus menyambut bonus demografi yakni jumlah penduduk produktif lebih banyak dari tidak produktif.

“Harus segera mengubah pola pendidikan vokasi agar sesuai dengan nature-nya. Pendidikan vokasi yang diperlukan adalah kemampuan atau keterampilan dalam proses, produksi, bekerja, sehingga profesionalitas SDM industri bisa muncul,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko SA Cahyanto.

Sementara, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan pertemuan dengan Yasutoshi Nishimura, Menteri Negara Urusan Ekonomi dan Fiskal Jepang untuk membahas peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi.

Pada pertemuan ini, Erick Thohir menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Jepang yang telah menunjukkan komitmennya dalam mendorong investasi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur.

Baca Juga :   UPAYA BABINSA DALAM MEMBINA DAN MENINGKATKAN SIKAP DAN DISIPLIN DILINGKUNGAN SEKOLAH

Seperti diketahui, Jepang secara konsisten berinvestasi di proyek-proyek strategis di Indonesia seperti pembangkit listrik, jalan tol, MRT, perumahan, dan lain sebagainya. Selain kerja sama dalam hal infrastruktur, kedua negara juga memiliki peluang kerja sama di bidang lain.

“Indonesia dan Jepang merupakan sahabat yang memiliki hubungan khusus. Saya yakin sekarang merupakan momentum yang bagus untuk meningkatkan kerja sama di mana Indonesia perlu berkolaborasi dengan Jepang dalam hal teknologi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM),” kata dia di Tokyo, Jepang

Selain itu, peningkatan SDM dapat dilakukan di berbagai bidang termasuk bidang agrikultur dan kesehatan masyarakat. Agrikultur itu kaitannya dengan ketahanan pangan. Jepang adalah negara dan teknologi agrikultur yang luar biasa.

Baca Juga :   Kadispenad Tutup Pendidikan Public Relations Bersama MNC Group

Dalam kunjungan kerja ke Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif(Menparekraf) Wishnutama membahas soal SDM di sektor pariwisata. Termasuk, cara meningkatkan kualitasnya.

“Caranya dengan memperkuat pendidikan pariwisata dan hospitality melalui SMK dan politeknik di daerah yang ada di kawasan wisata,” katanya.

Selain itu, pelatihan vokasi berbasis kerjasama dengan pihak industri pariwisata akan ditingkatkan. Serta, cara lainnya adalah melalui pelatihan dan sertifikasi.

“Di ratas (rapat terbatas), saya mengusulkan kurikulum pariwisata di SD dan SMP yang ada di daerah-daerah tujuan pariwisata. Kurikulum itu dikenalkan sejak dini,” terang Wishnutama.

Komentar

News Feed