oleh

DANGUSKAMLA KOARMADA I : PENANGANAN OIL SPILL DI KEPULAUAN RIAU BUTUH KESERIUSAN DAN TINDAKAN TEGAS

 

Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan, S.T., mengikuti rapat membahas tumpahan oil spill di Kawasan Bintan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kemaritiman dan Investasi RI, bertempat di Graha Kepri, Selasa (25/2/2020).

Rapat dipimpin oleh Asdep Lingkungan dan Kebencanaan Maritim Sahat Manaor Panggabean menyampaikan bahwa tumpahan minyak disepanjang pantai Lagoi sudah terjadi sejak tahun 1973 tanpa ada solusi yang jelas. Dalam penanganannya sejumlah operasi telah dilaksanakan namun belum ada hasil yang signifikan sehingga terkesan tidak ada keseriusan dalam penanganan oil spill tersebut, untuk operasi berikutnya akan dilaksanakan berdasarkan informasi dari intelijen yang akurat.

Baca Juga :   Berbagi Saat Pendemi Corona, BAMUUIS dan BRI Lakukan Gerakan Aksi Sosial

Sementara itu, Danguskamla Koarmada I menyampaikan beberapa hal antara lain Guskamla sebagai Kolakops Koarmada I telah menggelar Operasi Pamtas RI-Singapura sekaligus melaksanakan pemantauan oil spill. Penegakkan hukum yang tegas telah dilaksanakan dengan penangkapan sejumlah kapal di Tanjung Berakit terhadap kapal-kapal asing yang lego tanpa ijin, hal ini adalah salah satu bukti keseriusan TNI AL dalam penyelenggaraan penegakkan hukum di laut.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sulitnya menangkap pelaku pembuangan limbah ke laut karena situasi di laut yang sangat dinamis. Pembuangan limbah dilakukan oleh kapal yang sedang berlayar sambil sehingga sulit terdeteksi karena dilakukan dilokasi yang jauh dari pantauan.

Baca Juga :   Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster, Jajaran Koarmada I Terima Penghargaan dari Menteri Kelautan dan Perikanan

“Diperlukan informasi yang akurat dan cepat dari hasil pantauan satelit oil spill yang dianalisa terhadap AIS kapal pembuang limbah agar secepatnya diinfokan kepada petugas di lapangan. Itupun sangat tergantung jarak kapal petugas penindak dan pelaku, jika terlalu jauh pelaku sudah berada diluar yurisdiksi nasional sehingga sudah tidak bisa dilaksanakan penindakan. Untuk itu, disarankan agar ditempatkan radar oil spill Surveillance di Tanjung Berakit selain Surveillance Radar,” tutur Danguskamla Koarmada I.

“Dalam penanganan oil spill ini memerlukan sinergitas dengan instansi terkait, kerahasiaan, kecepatan penyampaian informasi, dan penindakan yang tegas terhadap pelaku sebagai efek jera,” ungkap Laksma Yayan Sofiyan.

Baca Juga :   Bazar Buku Big Bad Wolf Digelar Kembali di Jakarta

Rapat tersebut diikuti oleh Danguskamla Koarmada I, Wadan Lantamal IV Tanjungpinang, Asops Pangkoarmada I, Asisten 2 Pemprov Kepri, Instansi Terkait yang berada di Provinsi Kepri dan Batam.

Komentar

News Feed