oleh

KAPUSHIDROSAL LAKSDA TNI DR.IR.HARJO SUSMORO, S.SOS., S.H., M.H., BERI KULIAH PERWIRA MAHASISWA DIKREG SESKOAL ANGKATAN KE-58

 

Seskoal, 21 Februari 2020, — Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., memberikan kuliah kepada 175 Perwira Mahasiswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-58 TA.2020.

Kapushidrosal memaparkan materi dengan tema “Strategi Maritim Kontemporer Dalam Mewujudkan Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia” di Kelas A Gedung R.E. Marthadinata Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (21/02).

Mengawali kuliahnya, Kapushidrosal menyampaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.504 pulau, secara geografis terletak pada posisi silang dunia yaitu diantara dua benua dan dua samudera, dengan posisi geografis demikian menyebabkan laut diantara pulau-pulau menjadi alur strategis bagi lalu lintas pelayaran Internasional sebagai Sea Line Of Communications (SLOCS)/ Sea Lines Of Oil Trade (SLOT) bagi para pengguna laut yang berada di kedua kawasan tersebut. Kondisi demikian memberikan konsekuensi logis bagi Indonesia untuk memberikan jaminan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia, sehingga menjadi perhatian dan kepentingan dunia mengingat semakin meningkatnya perdagangan melalui laut (Seaborne Trade).

Baca Juga :   Cinta Tanah Air Adalah Nilai Dasar Bela Negara

“Letak Geografis yang menghubungkan dua samudera strategis yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik sebagai jalur penting bagi perdagangan dunia dan Indonesia sebagai Negara maritim berada tepat ditengah-tengah proses perubahan strategis baik secara Geografis, Geopolitik maupun Geoekonomi.Tiga Alur Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan “Lorong” lalu lintas maritim dunia. Dengan demikian Indonesia menegaskan dirinya sebagai Poros Maritim Dunia, sebagai kekuatan yang berada diantara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik,”ungkap Kapushidrosal.

Selanjutnya, dijelaskan gagasan Poros Maritim merupakan sebuah seruan besar untuk kembali ke jati diri Indonesia atau identitas Nasional sebagai sebuah Negara Kepulauan yang diharapkan akan terwujud dalm bentuk Indonesia sebagai kekuatan maritime yang bersatu (Unity), Sejahtera (Prosperity), dan Berwibawa (Dignity).

Baca Juga :   BENTUK PRIBADI LEBIH TANGGUH, BHABINSA BERIKAN WASBANG KEPADA SISWA DI SMA FUTUHIYYAH

Menurut Kapushidrosal, mewujudkan satu kesatuan pertahanan yang mampu melindungi kedaulatan Negara, kedaulatan wilayah, serta keselamatan segenap bangsa dari setiap ancaman, baik yang datang dari luar maupun yang timbul di dalam negeri, antara lain dengan Penangkalan yaitu Perwujudan usaha pertahanan dari seluruh kekuatan nasional yang memiliki efek psikologis untuk mencegah dan meniadakan setiap ancaman terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap bangsa ; Penindakan yaitu Ancaman militer menempatkan TNI sebagai kekuatan utama didukung KomCad dan Komduk melalui mobilisasi Ancaman nonmiliter menempatkan K/L pemerintah diluar bidhan sebagai unsur utama, didukung oleh unsur-unsur lain kekuatan bangsa ; dan Pemulihan yaitu keterpaduan usaha pertahanan negara secara nirmiliter dan militer untuk mengembalikan kondisi keamanan negara yang telah terganggu akibat kekacauan keamanan

Baca Juga :   Percepatan Pembangunan Kantor TPD Kerja Siang Malam

Hadir dalam kuliah tersebut Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Tatit Eko W., S.E., M.Tr (Han), Kepala Departemen Strategi (Kadepstra) Seskoal Kolonel Laut (P) Rubiyantoro Murniawan, M.M., para Dosen dan Patun Seskoal.

Komentar

News Feed