oleh

Ponpes Riyadlul Jannah Mengadakan Talkshow Bertema Peran Pondok Pesantren Dalam Membangun Nilai-Nilai Islam dan Kebangsaan

Andalas.news – Menghadapi berbagai potensi ancaman radikalisme di kalangan pemuda, pelajar, hingga santri, Ponpes Riyadlul Jannah mengadakan Talkshow bertema Peran Pondok Pesantren Dalam Membangun Nilai-Nilai Islam dan Kebangsaan, di aula SMK Jaya Buana, Kresek, Tangerang. Pembicara yang diundangpun tidak sembarangan, Gus Sholeh yang dikenal sebagai Kyai Moderat lulusan Gontor, Jawa Timur diundang sebagai pembicara utama.

“Bangsa Indonesia lahir atas dasar memerdekaan diri dari penjajah yang tidak lepas dari peran para alim ulama”, ungkap Gus Sholeh. Bangsa ini terjajah akibat mudahnya diadu domba oleh kaum penjajah, baik melalui isu antar suku, antar agama, hingga antar kerajaan pada zaman dahulu, imbuhnya. Dia berharap masyarakat di zaman sekarang khususnya para santri tidak boleh mudah di adu domba sehingga tetap menjadi pemersatu bangsa, tutup Gus Sholeh pada acara diskusi tersebut (20/02).

Baca Juga :   Komando Garda Depan : Mari Kita Lawan Dugaan Kecurangan Pemilu Pilpres 2019

“Kelompok-kelompok seperti ISIS, Al Qaeda, hingga HTI, yang terus berkembang di tengah-tengah masyarakat harus dilawan karena memanfaatkan agama untuk memecah belah”. Peran seluruh masyarakat salah satunya melalui para santri harus menyiarkan Islam rahmatan lil alamin yang melindungi umat, mencintai persatuan dalam menjaga NKRI, tutupnya.

“Para santri merupakan generasi penerus bangsa yang akan terus dididik ilmunya, baik formal maupun agama”, ucap Ust. Jalaludin, penasehat Ponpes Riyadlul Jannah. “Kami juga berharap santri didikan kita disini mampu menjadi penyiar agama yang dapat meneduhkan umat, pemersatu masyarakat, hingga pemersatu bangsa Indonesia”, imbuhnya.

Baca Juga :   PERAN BABINSA DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN DESA/WILAYAH BINAAN

KH. Rasyidi sebagai pimpinan Ponpes Riyadlul Jannah juga berharap ilmu-ilmu yang disampaikan kepada para santrinya akan mampu diserap dan menjadi pegangan para santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kegiatan positif seperti ini akan terus disisipkan dalam pembelajaran Ponpes sehingga para santri mampu menjadi benteng utama paham intoleran, paham takfiri, hingga paham radikal.

Sebelumnya, ramai diberitakan para pelajar menggunakan seragam pramuka mengibarkan bendera hitam yang melambangkan bendera HTI. Kasus ini dianggap berbagai pihak sebagai bukti bahwa ancaman radikal di Indonesia tidak main-main menyasar para generasi muda. Setelah insiden ini, para pengamat menganggap peran ulama sebagai benteng wajib menyiarkan dan menjaga para santri untuk menangkal paham radikal di tengah masyarakat. Hal ini yang coba diwujudkan Pondok Pesantren Riyadlul Jannah di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Baca Juga :   Hubungan DPRD dengan Pemkab Jember, Menjadi Sorotan Ketua DPD LaNyalla

(Red)

Komentar

News Feed