oleh

Fitnah Berujung Penjara

 

Oleh: Maulana Farras Ilmanhuda (Mahasiswa Hukum Unbraw).

Jakarta – Andalas.news, Kerap sekali hal ini terjadi baik dikalangan pedesaan hingga perkotaan, kata “fitnah” tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, biasanya hal ini dilandasi terhadap orang yang iri, dengki, pengaruh lingkungan, persaingan, bahkan sudah watak orang itu sendiri. apa itu fitnah ? menurut kamus besar bahasa Indonesia fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang).

Mungkin, pendapat masyarakat mengenai hal fitnah atau bisa dikategorikan menista ini merupakan hal yang wajar dan tidak ada resiko hukumya. Tentunya pandangan hal seperti itu tidak tepat, Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tepatnya pada pasal 311 ayat (1) menyebutkan “Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun.”

Baca Juga :   BIN BANTAH TUDINGAN TIDAK NETRAL SAAT MEMULANGKAN NENO WARISMAN DARI PEKANBARU

Adapun unsur-unsur dari pasal ini adalah pertama, Seseorang. Kedua, yang menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan. Ketiga, orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhannya dan jika tuduhan tersebut diketahuinya tidak benar.

Tidak, sampai disini saja. unsur-unsur yang ada di pasal 311 ayat (1) ini harus merujuk pada ketentuan menista pasal 310 ayat (1) KUHP yang berbunyi “Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-.“

Mengenai penjelasan pasal 310 sebagaimana dikatakan oleh R. Soesilo untuk dikatakan sebagai menista, penghinaan harus dilakukan dengan cara menuduh seseorang melakukan perbuatan tertentu dengan maksud tuduhan tersebut diketahui khalayak orang banyak.

Baca Juga :   Neraca Perdagangan RI Surplus US$80 Juta pada Agustus 2019

Dalam bukunya R. Soesilo Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, mengenai kejahatan dalam pasal 311 ayat 1 ini dapat dikategorikan memfitnah.

Penghinaan atau memfitnah ini hanya dapat dituntut apabila adanya pengaduan (delik aduan) dari pihak yang merasa dirugikan atau yang menderita akibat kelakuan orang atau oknum tersebut dengan melakukan tuduhan tanpa alat bukti (tidak sesuai dengan fakta yang jelas) dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 311 ayat 1 dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun.

Berdasarkan penjelasan diatas apabila anda dituduh orang lain tidak sesuai dengan fakta yang ada atau alat bukti yang ada.

Tuduhan oknum atau orang tersebut dapat dikategorikan fitnah, sepanjang tuduhan tersebut tersiar dan diketahui khalayak orang banyak atau ada maksud untuk menyiarkan tuduhan tersebut.

Baca Juga :   Perseteruan Tak Berujung Pangkal Di ASPHURINDO, Lahirlah SAPUHI Asosiasi Baru

Mengenai tuduhan tersebut, dilakukan dengan tulisan (surat) atau gambar bisa dikategorikan dengan menista/menghina dengan surat (secara tertulis) sebagaimana termaktub dalam pasal 310 ayat (2) KUHP “Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Yang perlu dipahami mengenai hal ini atau garis besarnya adalah, sepanjang yang dituduhkan orang tersebut tidak benar dan hati nurani anda merasa tersakiti akibat ulah dari orang itu, jangan pernah takut. Laporkan kepada pihak berwajib.

(Fiat justitia ruat caelum) hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh -Lucius Calpurnius Piso Caesoninus

Semoga bermanfaat demi terciptanya masyarakat sadar hukum.

Terima Kasih.

Komentar

News Feed