oleh

PT. SARBI MEMBAGIKAN SEMBAKO DAN MASKER KEPADA MASYARAKAT SEKITAR HUTAN Oleh: bapak Ir. Ateng Sutisna,. M.BA

 

Andalas.news – Menjelang lebaran idul fitri yang kebetulan saat ini juga bangsa Indonesia bahkan dunia sedang prihatin dikarenakan pandemik covid-19, hal ini telah menggugah PT. Sarbi Moerhani Lestari atau SARBI untuk membantu masyarakat di sekitar hutan dengan membagi-bagikan sembako di lokasi rehab DAS yang dilaksanakan oleh SARBI.

Lokasi tersebut berada di 5 provinsi, yaitu di Areal Rehab DAS BP berau Limited yang berlokasi di Hutan Lindung Teluk Bintuni Papua barat, di areal Rehab DAS PT. Trubaindo Coal Mining yang berlokasi di HPPBS di bawah pemangku Pusrehut Universitas Mulawarman Kalimantan Timur, di areal Rehab DAS PT. Nusa Halmahera Mineral yang berlokasi di HL Gunung Hamiding I dan HPT Ake Ngabengan Gunung Tolu-tolu Maluku Utara, di Rehab DAS PT. Jorong Barutama Grestone yang berlokasi di Hutan Lindung TAHURA SULTAN ADAM Kalimantan Selatan dan di sekitar areal pusat pembibitan SARBI yang berlokasi di Majalengka Jawa Barat.

Baca Juga :   Mahasiswa Program Studi Bisnis Perhotelan Podomoro University Mempersembahkan: “Pesona Rendang Nusantara: Mengenal Lebih Dekat Cita Rasa Rendang Indonesia”

Jumlah sembako yang dibagikan sebanyak 600 paket, yang terdiri dari beras, minyak goreng, kecap, gula pasir, kopi, makanan, mie instan dan lain-lain, Selain membagikan sembako tak lupa membagikan masker kepada masyarakat.

Ir. Ateng Sutisna, M.BA selaku Direktur Utama SARBI mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen, selama pandemik covid-19 ini tidak ada pengurangan pekerja,

bahkan khusus dilokasi Hutan Lindung Teluk Bintuni Papua barat SARBI justru menambah para pekerja yang Sebagian besar terdampak kebijakan lockdown dan PSBB oleh pemerintah daerah setempat, namun sayangnya masyarakat yang ingin bekerja tidak semua bisa ditampung, mengingat terkendala dengan terbatasnya supply logistic, supply air bersih dan supply BBM yang mungkin akibat dari tidak lancarnya supply bahan-bahan tersebut dari luar papua.

Baca Juga :   Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), menggelar diskusi publik

Saat ini selain sulitnya mendapatkan kebutuhan tersebut harga-harga pun meningkat mencapai lebih dari 30% akibat tidak lancarnya supply.
Direktur Produksi HSB Wawan Hermawan Tjarata mengatakan bahwa para Manager lapangan telah sepakat pada idul fitri tahun ini mereka akan tetap bekerja sekaligus mengamankan diri di hutan dari terpaparnya covid-19, jadi selama lebaran mereka tetap mengisolasi diri, tidak ada yang pulang atau mudik dan tetap bekerja untuk hutan Indonesia dengan hastag #coronadikotakamidihutan.

Sesuai dengan SOP HSE SARBI untuk melindungi para karyawan dan semua pekerjanya disediakan fasilitas Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan, hand sanitizer, alat pengukur suhu, tempat cuci tangan di mess karyawan serta pembuatan himbauan-himbauan (safety sign) yang tercetak di banner untuk tidak keluar masuk areal selama covid-19 belum berakhir. Walaupun bekerja di hutan SARBI juga tetap patuh mengikuti kebijakan pemerintah seperti lockdown dan PSBB, serta melaksanakan social distancing dan pycycal distancing. Khusus kegiatan pembagian sembako dan masker di wilayah kerja Pusrehut

Baca Juga :   Rangkul Lapisan Masyarakat TMMD Non Fisik Bangun Bangsa

UNMUL Kalimantan timur, SARBI mendapat dukungan penuh dari kepala pusrehut UNMUL yaitu ibu Ir Sukartiningsih, M.Sc., Ph.D, bahkan Pusrehut UNMUL ikut mensupport dengan menyumbang masker untuk kegiatan yang SARBI lakukan.

(Red)

Komentar

News Feed