oleh

Oknum Pensiunan ASN di OKU Diduga Cabuli 6 Remaja

-Kriminal-230 views

OKU, andalas.news – RH oknum pensiunan ASN salah satu OPD di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diduga melakukan pencabulan kepada  6 orang remaja laki-laki.

Enam orang korban yang masih duduk di bangku SD dan SMP tersebut diduga menjadi korban perbuatan bejat RH sejak tahun 2018 hingga tahun 2020.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten OKU, Hasmiati menuturkan bahwa semua anak korban kelainan seksual HR dicabuli di pondok kebun sewaan RH dikawasan OMIBA.

Menurutnya bahkan saat ini ada salah satu korban kebiadaban RH yang sudah benar-benar mengalami trauma berat.

“Tatapannya kosong, bahkan untuk posisi tidur terlentangpun korban sudah ketakutan,” ujar Hasmiati, Sabtu (24/1/21).

Tak puas hanya mencabuli korban di pondoknya, bahkan RH menjadikan salah seorang anak (MI) sebagai anak angkat untuk dijadikan budak pelampiasan nafsunya dirumah.

Baca Juga :   Hidup Tanpa Listrik, Pensiunan Guru Di Kebun Tanam Pohon Buah

“Korban diangkat menjadi anak oleh RH. Diberilakn sepada motor, hp sehingga korban tidak bisa lagi melawan. Selama enam bulan korban diperlakukan seperti istrinya sendiri oleh RH. Karena sudah dicukupi kebutuhannya korban tidka kuasa melawan HR yang selalu melampiaskan hasrat setannya,” beber Hasmiati.

Tak terhitung lagi berapa kali korban diperlakukan tak senonoh oleh RH, hingga akhirnya MI tak sanggup lagi dan melaporkan kejadian yang dialami kepada orang tuanya.

“Orang tua MI dan ketiga anak lainnya melapor kepada kami, setelah menerima laporan, langsung kami dampingi untuk membuat LP di Polres OKU,” sambungnya.

Baca Juga :   BABINSA DAN BHABINKAMTIBMAS GIRIAN ATAS RINGKUS REMAJA YANG SEDANG PESTA LEM EHABOND

LPAI menduga masih banyak korban-korban RH lainnya yang enggan melaporkan RH karena takut.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, Senin 25 Januari besok kami akan kembali mendatangi Unit PPA Polres OKU untuk menyerahkan bukti,” tandasnya.

Menurut keterangan salah satu korban, modus yang digunakan oleh RH dengan berpura-pura meminta bantuan anak dikisaran umur 15 tahun ke bawah untuk membantunya berkebun.

Jika RH sudah mendapatkan targetnya, maka RH akan meminta kepada korban lainnya untuk mencarikan alamat sosial media milik tergetnya itu. Kemudian jika sudah mendapatkan alamat fbnya, pelaku siap melancarkan aksinya dengan mengirimkan pesan pribadi di fb mangsanya.

Kata-kata mengajak serta rayuan terlihat jelas dari pesan yang dikirim RH, dan tentunya banyak iming-iming uang yang akan dijanjikan oleh RH kepada mangsanya. Jika perangkapnya berhasil, maka korban akan datang dan bahkan RH menjemput korban kerumahnya untuk kemudian ke kebun sewaanya dikawasan OMIBA.

Baca Juga :   Babinsa Koramil 05/Ciputat Ajak Remaja Masjid Tingkatkan Kewaspadaan

Disana, setelah masuk siang hari, para korban akan diberi makan dan minum, kemudian disuruh tidur siang. Masih kata korban, setelah makan dan minum para korban langsung tertidur, seolah-olah didalam makanan dan minuman diberikan obat tidur. Sehingga dengan leluasa HR menggerayangi tubuh para korban tanpa korban menyadari.

“ Iyo pak, aku liat dio (HR.red) buka celano kawan. Waktu itu aku idak makan, soalnyo puaso, jadi tejingok aku pas dio lagi buka celano kawan aku,” terang salah satu korban.

Komentar

News Feed