oleh

Komisi I DPR RI Akan Dorong Pemerintah Modernisasi Alutsista, Usai Saksikan Latopsfib TNI AL

 

Jakarta – Andalas.news, 25 Oktober 2021,– Komisi I DPR RI akan dorong Pemerintah belanja Alutsista segera terealisasi dan memodernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), demikian poin yang disampaikan anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas usai menyaksikan dan mengikuti jalannya pendaratan amfibi yang merupakan rangkaian Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI AL 2021 di Dabo Singkep Kepulauan Riau, Senin (25/10).

Menurut Yan Permenas, merupakan hal yang penting untuk mendorong belanja Alutsista dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga pada 10-20 tahun ke depan Alutsista dilaksanakan modernisasi dan hal tersebut agar tidak lagi menimbulkan pro-kontra tapi harus didukung. “Karena belanja ini merupakan kebutuhan yang sangat urgent untuk mendukung satuan-satuan tugas TNI yang ada, kita lihat Angkatan Laut dengan segala keterbatasan tapi kemampuan prajurit untuk mengoperasionalkan latihan pada kesempatan kali ini, “ ungkapnya.

Baca Juga :   Siswa dan Siswi Man 3 Jember Ikuti Pelatihan Paskibraka di Yonif Raider 515 Kostrad

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI Mar (Purn) Sturman Panjaitan bahwa dengan mengikuti dan merasakan secara langsung latihan tersebut, maka harus mendorong pemerintah dalam hal ini Kemhan, untuk mewujudkan Alutsista yang sesuai dengan kondisi saat ini. “Jadi kalo ini sudah berlatih dengan baik, kami juga harus mendorong pemerintah, dalam hal ini Kemhan, pemerintah dan seluruh jajaran terkait, agar Alutsista yang dimiliki TNI khususnya TNI AL, harus mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Baca Juga :   Radikalisme Dan Hoax Harus Diberantas Secara Tegas Oleh Pemerintah.

Sementara itu Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., kepada para wartawan menjelaskan bahwa digelarnya Latopsfib 2021 di Dabo Singkep ini adalah untuk menguji kesiapsiagaan operasional, kesiapsiagaan tempur maupun profesionalisme prajurit dan memiliki dampak strategis. “Tentunya setiap latihan kapal perang dimanapun, di negara manapun pasti akan memiliki dampak stategis dan tentunya ini adalah menunjukan kemampuan dan TNI Angkatan Laut dalam jaga wilayah kedaulatan NKRI,” kata Kasal.

Baca Juga :   Hadapi Kelulusan SMP, Danramil Dorong Siswa Giat Belajar

Dalam Latopsfib 2021 ini TNI AL mengerahkan 33 KRI dan 16 Pesawat Udara (Pesud) dan 39 material tempur Korps Marinir serta melibatkan 9.539 personel dengan rincian 1.971 personel pada tahap geladi posko dan 7.568 personel terlibat pada tahap Manuver Lapangan.

(Red)

Komentar

News Feed